Presentasi di FGD Kurikulum Prodi SI se-Indonesia

Prodi Sistem Informasi UTM menghadiri acara Focus Group Discussion Kurikulum Prodi Sistem Informasi yang diadakan oleh AISINDO di Sanur Paradise Plaza Hotel. Sebanyak tujuh perwakilan prodi SI UTM menghadiri acara tersebut. Bahkan Wahyudi Agustiono, Ph.D menjadi wakil UTM untuk mempresentasikan bagaimana seharusnya kurikulum Prodi SI di forum ini.

Acara diawali dengan keynote speaker Prof. Chan tentang bagaimana mengatur kurikulum di program studi Sistem Informasi.

Usai keynote speaker, AISINDO menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) tentang kurikulum program studi sistem informasi (SI) di Indonesia. Di hari kedua ini, banyak para ketua prodi SI hadir untuk ikut berdiskusi.

Diskusi berlangsung menarik dan sangat interaktif. Beberapa peserta yang hadir diberi kesempatan untuk mempresentasikan tentang bagaimana seharussnya kurikulum sistem informasi. Ada 6 perwakilan peserta yang akan presentasi, 1 diantaranya dari praktisi bisnis. Mereka harus menjawab (1) Strategi dan tahapan/metode AISINDO dalam penentuan profil lulusan dan capaian pembelajaran lulusan (CPL) prodi sistem informasi Indonesia ke DIKTI?; (2) Karakteristik & kompetensi khas lulusan (CPL) prodi sistem informasi di Indonesia dibanding lulusan prodi computing lain?; (3) Usulan profesi yang paling dapat diklaim domain SI?

Salah satu pengalaman yang menarik dipresentasikan oleh Dr Meyliana dari Bina Nusantara Jakarta. Ia bercerita kalau di Binus adalah metode 3+1, yang artinya 3 tahun di kampus, dan 1 tahun di luar kampus. Ada 5 program khusus di luar kampus yang ditawarkan, namun intership ke luar negeri menjadi yang paling favorit menurutnya. Selain itu, ada juga program sertifikasi khusus yang diadakan Binus bekerjasama dengan beberapa stakeholder. Sehingga setelah lulus, mahasiswa Binus bisa langsung menjadi auditor tersertifikasi resmi.

Wahyudi Agustiono, Ph.D yang menjadi presenter terakhir seperti menyimpulkan hasil diskusi FGD hari ini. Selain Pak Yudie dari UTM, Dr Meyliana dari Binus juga ada dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Mercu Buana Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, ITS Surabaya dan dari dunia bisnis.

Prof. Chan yang datang jauh dari Australia, tidak beranjak dari sesi awal FGD ini. Meski sempat terpotong oleh break makan siang, ia tetap serius mengikuti sesi diskusi FGD. Di bagian akhir, ia memberikan masukan dan menyimpulkan hasil diskusi. Salah satu yang ia highlight adalah AISINDO harus mempunyai skema khusus untuk mengakomodir semua hasil diskusi hari itu. Sehingga nanti akan ada standar khusus yang akan menjadi identitas program studi sistem informasi di Indonesia. Tentu dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis dan budaya di Indonesia yang sangat beragam.

Acara kemudian diakhiri dengan penutupan ISICO 2017 yang juga menjadi penutupan acara secara keseluruhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.